Istighfar Sayyidina Ali: Kunci Rezeki dan Kehidupan Berkah

Kehidupan di dunia ini penuh dengan dinamika. Ada saatnya kita berada di puncak
kebahagiaan, namun tak jarang pula dihadapkan pada ujian dan cobaan. Di kala
kesedihan dan kesempitan hidup melanda, kita sebagai insan beriman dianjurkan untuk
senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt. Salah satu amalan yang dianjurkan
adalah membaca istighfar.
Sayyid Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban , halaman 64-65 menjelaskan
tentang bacaan istighfar Sayyidina Ali. Membaca istighfar ini memiliki banyak keutamaan
dalam Islam. Salah satunya adalah mampu menghilangkan kesedihan dan kesempitan
hidup. Dengan memohon ampun kepada Allah swt, hati kita akan menjadi tenang dan
lapang. Hal ini dapat membantu kita dalam mengatasi kesedihan dan kesempitan hidup.
Selanjutnya, Istighfar Sayyidina Ali ini juga membuka pintu rezeki. Istighfar juga diyakini dapat melapangkan rezeki. Hal ini dikarenakan dengan sering memohon ampun kepada
Allah swt, hati kita akan menjadi bersih dan terbuka sehingga kita dapat melihat dengan
lebih jernih berbagai peluang yang ada di sekitar kita.
Pada sisi lain, istighfar Sayyidina Ali ini juga berkhasiat untuk menghilangkan dan
mengangkat cobaan. Pasalnya, istighfar juga dapat menjadi sarana untuk memohon
kepada Allah swt agar dijauhkan dari berbagai cobaan dan ujian hidup. Tentu, dengan
niat penuh keikhlasan dan ketaatan, Allah swt akan memberikan kekuatan dan
kesabaran kepada kita dalam menghadapi berbagai ujian tersebut.

Artinya:  Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa yang telah kulakukan dengan badanku yang sehat karena karunia-Mu, yang telah terjangkau oleh kekuatanku karena kelebihan nikmat-Mu, yang telah kusodorkan tanganku untuk meraihnya karena limpahan rezeki-Mu, yang telah aku andalkan saat aku takut kepada-Mu karena kelembutan-Mu, atau aku percaya dengan kelapangan hati-Mu, atau aku bersandar pada kemurahan ampunan-Mu. Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa yang telah aku khianati amanat-Mu, yang telah aku aniaya diriku sendiri, yang telah aku korbankan untuk hawa nafsuku, yang telah aku utamakan kesenanganku, yang telah aku perjuangkan untuk orang lain, yang telah aku sesatkan orang-orang yang mengikutiku, atau aku kalah karena kecerdikanku, ketika aku halalkan atas-Mu wahai Tuanku, tetapi Engkau tidak mengalahkanku atas perbuatanku, karena Engkau Maha Suci, Engkau tidak menyukai maksiatku, tetapi ilmu-Mu telah mendahului dalam pilihanku, dan penggunaan kehendakku dan pilihanku, maka Engkau berlapang dada kepadaku dan tidak memasukkan aku ke dalamnya dengan paksaan, dan tidak membebani aku dengannya dengan kekerasan, dan tidak menzalimi aku sedikitpun wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang,  Wahai Temanku saat aku dalam kesulitan, wahai Penemaniku saat aku sendirian, wahai Pelindungku saat aku dalam kenikmatan, wahai Pemeliharaku saat aku dalam kemurkaan, wahai Penyingkap kesusahanku, wahai Pendengar doaku, wahai Penyayang air mataku, wahai Penghapus kesalahanku dengan sebenar-benarnya, wahai Tiangku yang kokoh, wahai Tetanggaku yang dekat, wahai Tuanku yang penyayang, wahai Tuhan Baitul Atiq, keluarkanlah aku dari jurang yang sempit menuju jalan yang luas, dan berikanlah kelapangan dari sisi-Mu yang dekat dan kokoh, singkaplah dariku segala kesulitan dan kesempitan, dan cukupkanlah aku untuk apa yang aku mampu dan yang tidak aku mampu. Ya Allah, hilangkanlah dariku segala kesedihan dan kegundahan, dan keluarkanlah aku dari segala kesusahan dan kesedihan wahai Penghilang kesedihan dan wahai Penyingkap kegundahan, wahai Penurun hujan, wahai Pengabul doa orang yang terdesak, wahai Yang Maha Pengasih di dunia dan akhirat dan Yang Maha Penyayang di keduanya, limpahkanlah rahmat kepada sebaik-baik ciptaan-Mu Nabi Muhammad saw, dan keluarga beliau yang suci dan bersih, dan hilangkanlah dariku apa yang membuat dadaku sesak, dan kesabaran ku takluk karenanya, dan akal budiku berkurang karenanya, dan kekuatanku lemah karenanya, Wahai Penyingkap segala bahaya dan bencana, wahai Yang Maha Mengetahui segala rahasia dan tersembunyi, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang, aku serahkan urusanku kepada Allah, sungguh Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya, dan tidak ada taufik bagiku kecuali dengan Allah, kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. [Sayyid Alawi Al-Maliki, Madza fi Sya’ban, halaman 64-65]

Facebook
Twitter
LinkedIn